Parameter Kinematik Gempa



Gempa bumi memiliki beberapa parameter yang dapat membantu dalam proses analisis gempa. Parameter-parameter tersebut dibagi menjadi 2 jenis yaitu parameter dinamik dan kinematik. Parameter dinamik sesuai namanya memiliki nilai yang bersifat dinamis. Parameter dinamik pada gempa adalah amplitudo dan periode dari gempa tersebut yang kemudian dapat digunakan untuk menghitung magnitudo/kekuatan gempa tersebut. Sedangkan parameter kinematik gempa yaitu waktu penjalaran gelombang.

            Gelombang gempa ditangkap oleh beberapa stasiun di dunia dan rekam beserta waktunya dalam format UTC. Gelombang gempa ini terdiri dari beberapa jenis di antaranya adalah gelombang P dan gelombang S. Gelombang P adalah gelombang longitudinal sedangkan gelombang S adalah gelombang transversal. Gelombang P ini merambat lebih cepat daripada gelombang S sehingga gelombang P akan lebih cepat sampai ke stasiun gempa dibandingkan gelombang S. Dengan menganalisis rekaman seismograf, dapat ditentukan waktu tiba gelombang P dan gelombang S. Selisih waktu tiba gelombang P dan S ini dapat digunakan untuk menentukan parameter gempa origin time/waktu kejadian gempa sebenarnya dengan cara melakukan plot selisih waktu tiba P-S sebagai sumbu y dan waktu tiba gelombang P sebagai sumbu x (menggunakan wadati diagram). Dari data waktu tiba gelombang P dan S ini juga dapat digunakan untuk menentukan parameter gempa lainnya yaitu titik pusat gempa berupa hiposenter dan episenter. Hiposenter adalah titik di dalam bumi yang menjadi pusat gempa. Sedangkan episenter adalah proyeksi dari hiposenter di permukaan bumi.



Referensi:

-  Bahan Kuliah Praktikum Seismologi, Acara 3-Perhitungan origin time, jarak, dan azimuth, Praktikum Seismologi, Laboratorium, Geofisika, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, DIY.

-     Episenter, dapat diakses di https://id.wikipedia.org/wiki/Episenter. (Diakses 30 Maret 2019)

-    Pusat Gempa, dapat diakses di https://id.wikipedia.org/wiki/Pusat_gempa. (Diakses 30 Maret 2019

Gempa Berdasarkan Jarak dan Hubungan Gelombang Seismik dengan Struktur Internal Bumi

Oleh Iqbal Asyadad

    Getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi di suatu tempat dapat diterima oleh beberapa stasiun di seluruh dunia karena getaran tersebut merupakan gelombang seismik yang merambat di bumi secara mekanis. Event gempa yang sama menghasilkan rekaman seismogram yang berbeda-beda pada stasiun gempa yang berbeda. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan jarak antara sumber gempa dan beberapa stasiun penerima gempa. Perbedaan jarak ini kemudian menyebabkan gelombang seismik yang diterima telah melewati tempat dengan kondisi yang berbeda pula sehingga rekamannya akan berbeda-beda.
Gempa berdasarkan jarak sumber dengan stasiun penerimanya dibagi menjadi 3 yaitu gempa local (local event), gempa regional, dan gempa teleseismik. Gempa lokal (local event) adalah jika sumber gempa berada <10° dari stasiun penerima gempa. Dengan asumsi 1° adalah 111,11 km maka gempa local event adalah gempa dengan sumber gempa episenter berjarak < 1.111,1 km dari stasiun penerima gempa. Gempa local events biasanya dicirikan dengan onset yang impulsive (tiba-tiba) dan frekuensi yang tinggi serta dengan bentuk sinyal dengan ekor yang menurun secara eksponensial.
Gempa yang diterima stasiun dengan jarak 10° - 20° (episenter 1.111,1 - 2.222,2 km) dari sumber gempa adalah jenis gempa regional. Gempa jenis ini memiliki periode yang lebih besar dari local event namun lebih kecil dari teleseismik. Yang terakhir adalah jenis gempa teleseismik, yaitu gempa yang diterima stasiun dengan jarak >20° (episenter >2.222,2 km) dari pusat gempa. Gempa teleseismik memiliki frekuensi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan gempa local event dan regional, karena dengan frekuensi yang rendah maka gelombang akan dapat meerambat lebih jauh kedalam.
Dengan menganalisis rekaman seismogram kita dapat mengetahui bagaimana struktur internal bumi. Hal ini karena gelombang seismik yang direkam adalah hasil dari perambatan gelombang dari pusat gempa yang melewati struktur-struktur internal bumi hingga sampai di stasiun gempa. Ketika melewati struktur tersebut gelombang seismik akan mengalami banyak kejadian seperti pemantulan, pembiasan, memiliki sifat tertentu di di medium tertentu dan lain-lain. Contohnya gelombang seismik yang mengalami pembiasan menjauhi garis normal jika melalui medium dengan densitas yang lebih besar, kecepatan gelombang s yang mendekati nol ketika melewati medium yang semakin cair, dan sebagainya. Peristiwa-peristiwa tersebut yang kemudian mempengaruhi bentuk gelombang seismik yang sampai kepada stasiun gempa.


Referensi:
Bahan Kuliah Praktikum Seismologi, Acara 2-Pengenalan Seismogram, Praktikum Seismologi, Laboratorium, Geofisika, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, DIY.

mdnghtgold, 2017. Gempa Bumi Teleseismic.  Dapat diakses di https://id.scribd.com/document/360137158/Gempa-bumi-Teleseismic Diakses 22, Maret 2019


Review Laptop ASUS ZenBook UX410UQ - Si Tangguh dan Elegan

Hasil gambar untuk ASUS ZenBook UX410UQ

ASUS kembali mengeluarkan laptop terbaru di seri ZenBook yang diberi nama ZenBook UX410UQ.
Laptop ini ditujukan kepada para ZenCreator yaitu mereka para pengguna yang memiliki kreativitas tinggi sehingga dapat menghasilkan konten-konten yang luar biasa.

Spesifikasi Singkat :

Sumber : asus.com

Laptop ini memiliki kesan yang tampak elegan dengan balutan alumunium solid dan tekstur melingkar khas ASUS pada bagian belakangnya. Meskipun menggunakan bahan alumunium, ZenBook UX410UQ memiliki berat yang tergolong ringan yaitu 1,4 kg dan ketebalan kurang dari 18,95 mm sehingga akan terasa nyaman untuk dibawa berpergian. ZenBook ini tersedia dalam dua warna yaitu Quartz Grey dan Rose Gold.
Hasil gambar untuk ASUS ZenBook UX410UQHasil gambar untuk ASUS ZenBook UX410UQ
Dari segi layar, Asus telah menerapkan hal yang luar biasa dengan menerapkan layar 14 inch ke dalam body laptop yang biasanya memiliki layar 13 inch. Dengan kata lain, layar ZenBook UX410UQ ini didesain untuk memiliki bezel yang sangat tipis yaitu hanya 6 mm sehingga memiliki 80% screen to body ratio. Bezel yang tipis tersebut selain bertujuan untuk mengurangi ukuran laptop juga berfungsi untuk membuat kita nyaman tanpa gangguan bezel yang tebal saat menatap layar.  Kita tidak perlu takut dengan bezel yang tipis dapat membuat casing layar menjadi rapuh. Hal itu karena casing layar ZenBook ini telah menggunakan bahan alumunium yang tangguh sehingga akan terasa mantap saat membuka layar meskipun menggunakan satu tangan.  

Gambar terkait

ZenBook ini hadir dengan layar IPS 14 inch dengan rasio 16:9,  resolusi Full HD (1920x1080) dilengkapi dengan Anti-Glare panel untuk mereduksi pantulan silau sinar yang muncul di belakang pengguna. Kerapatan pixel 276 ppi yang membuat tampilan kecil tetap terlihat tajam. Tampilan layarnya sendiri memiliki NTSC 72% yang artinya dapat menampilkan warna yang lebih banyak, lebih akurat, dan warna yang terasa lebih hidup dibandingkan tampilan standar. Viewing angle layar ini cukup lebar sehingga warna layar tetap kontras dengan jangkauan sudut mencapai 172°. Untuk mengoptimalkan tampilan gambar, Asus telah menyematkan teknologi Asus Splendid di mana terdapat 4 pengaturan warna dengan hanya sekali klik yaitu Normal Mode untuk pengaturan warna yang sudah dioptimalkan oleh pabrik, Eye-Care Mode untuk mengurangi cahaya biru hingga 30% agar mata terlindungi dan tetap nyaman, Vivid Mode untuk menampilkan gambar yang tampil hidup dan nyata tanpa seperti dibuat-buat, dan Mode Manual untuk memberi user kontrol pengaturan temperatur warna.
Hasil gambar untuk gaming ASUS ZenBook UX410UQ





Untuk masalah performa tidak perlu diragukan lagi karena ini adalah seri High dari ZenBook maka hardware yang digunakan pun tidak main-main. ZenBook UX410 ini dibekali dengan prosesor Intel Core i7-7500U generasi ke-7 (Kaby Lake) dengan cache sebesar 4MB dan clockspeed mencapai 3,5 GHz. ZenBook ini didukung RAM sebesar 8GB DDR4 2133 MHz yang dapat memberikan kecepatan bandwith mencapai 34GBps jauh di atas RAM DDR3 yang antara 17-30GBps. Untuk menunjang grafis, Asus memilih GPU NVIDIA GeForce 940 MX dengan GDDR3 VRAM sebesar 2GB sehingga memainkan video, menjalankan game, melakukan editing, dan rendering akan terasa lancar meskipun dalam penggunaan yang tergolong berat. Tak lupa, ZenBook UX410UQ ini telah terinstall OS Windows 10 yang memberikan tampilan lebih baik dan lebih smooth dari windows sebelumya.

Hasil gambar untuk gaming ASUS ZenBook UX410UQ
Hasil gambar untuk gaming ASUS ZenBook UX410UQ
Hasil gambar untuk editing ASUS ZenBook UX410UQ

Dalam hal kapasitas penyimpanan, ZenBook ini menyediakan kapasitas yang cukup besar yaitu 1TB harddisk (HDD) ditambah lagi dengan 128GB solid-state disc (SSD) yang tentunya dapat melakukan pengolahan data yang berukuran besar dengan sangat cepat, kinerja tinggi, dan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan harddisk biasa. Penyimpanan data menggunakan SSD membuat proses booting laptop ini hanya memerlukan waktu 10-13 detik.

Untuk menunjang konektivitas, ZenBook ini telah dibekali dengan port USB Type-C di mana usb type C ini berdesain reversible sehingga kita tidak perlu takut terbalik ketika mencolokkan USB. Selain itu, USB Type-C ini juga memiiki kelebihan yaitu kecepatan transfer data mencapai 10x lebih cepat dari USB 2.0. ZenBook ini juga telah dilengkapi dengan port USB 3.0, USB 2.0, HDMI, dan juga slot SD card.  Dengan letaknya yaitu sebelah kiri terdapat lubang audio jack 3.5 mm, USB Type-C, HDMI, satu port USB 3.0, dan lubang untuk charge. Sisi kanan terdapat sebuah slot SD card dan 2 buah USB 2.0.
Hasil gambar untuk memory ASUS ZenBook UX410UQ
Gambar terkait


Wifi yang digunakan ZenBook ini adalah tipe 802.11ac yang merupakan tipe terbaru dan memiliki kecepatan hingga 2,8 kali lebih cepat dibandingkan tipe 802.11 b/g/n. Untuk konektivitas Bluetooth, ZenBook ini memiliki Bluetooth 4.1 yang tergolong baru dan lebih cepat dan hemat daya daripada pendahulunya. Untuk sebagian orang, adanya Bluetooth pada laptop dianggap sangat penting karena berguna untuk melakukan transfer data dan dianggap lebih mudah karena tidak perlu membawa kabel usb dan dapat digunakan untuk transfer data antar laptop. Adanya Bluetooth juga digunakan untuk koneksi ke speaker atau headphone yang mendukung konektivitas Bluetooth.

Audio pada ZenBook UX410UQ ini menggunakan teknologi Asus SonicMaster yang memiliki suara yang lumayan bagus untuk kelas laptop. Posisi speaker berada di depan menghadap ke bawah yang berfungsi untuk memantulkan suara sehingga suara yang dihasilkan akan terdengar lebih keras.
Gambar terkait

Tombol pada Asus ZenBook UX410UQ ini di desain agar nyaman ketika di tekan, oleh karena itu Asus memberikan jarak penekanan sejauh 1,6 mm yang lebih jauh dari keyboard laptop lain. Untuk menunjang penggunaan di tempat yang gelap, ZenBook ini telah dibekali dengan backlit dengan cahaya yang lembut sehingga tetap nyaman di mata.
Hasil gambar untuk keyboard ASUS ZenBook UX410UQ
Hasil gambar untuk keyboard ASUS ZenBook UX410UQ
Gambar terkait

Tidak seperti laptop pada umunya, TouchPad pada ZenBook ini diberikan lapisan kaca yang biasa digunakan untuk layar sentuh pada smartphone sehingga memiliki sensitivitas serta keakuratan yang tinggi dibandingkan TouchPad standar. Ini hal yang paling saya suka, TouchPad pada ZenBook ini juga telah disematkan teknologi sensor sidikjari (fingerprint) pada pojok kanan atas untuk memberikan akses login dengan mudah, cepat, dan tetap aman. Untuk menambah kesan cantiknya, TouchPad laptop ini dihiasi dengan potongan berlian pada sisi-sisinya

Laptop ASUS ZenBook UX410UQ ini dijual dengan harga sekitar 15 Juta Rupiah

Mengingat bahan yang kuat, spesifikasi yang tangguh, serta desain yang begitu indah menurut saya laptop ini sangat layak untuk dibeli untuk kalian yang suka bermain game ataupun melakukan aktivitas multimedia yang lumayan berat.



Spesifikasi
CPUIntel® Core™ i7 7500U Processor (4M Cache, up to 3.50GHz)
Operating SystemWindows 10
Memory8GB DDR4 2133MHz SDRAM + 1 x SO-DIMM socket, up to 16GB RAM
Storage1TB 5400RPM SATA HDD + 128GB SATA3 M.2 SSD
Display14” FHD (1920x1080) IPS 178˚ (wide-viewing angle display) Anti-Glare with 72% NTSC
GraphicsNVIDIA GeForce 940MX, with 2GB GDDR3 VRAM
Input/Output2x USB 2.0, 1x USB 3.0, 1x USB3.1 Type-C (gen 1), 1x Headphone-out & Audio-in Combo Jack, 1x HDMI
KeyboardIlluminated Chiclet Keyboard
CameraHD Web Camera
Connectivity802.11ac+Bluetooth 4.1 (Dual band) 2*2
AudioSupport Windows 10 Cortana, ASUS SonicMaster Technology
Battery3 Cells 48 Whrs Battery
Dimension 323 x 223 x 18.95 cm (WxDxH)
Weight1.45Kg with Battery
ColorsRose Gold, Quartz Grey
AccessoriesSleeve + USB3.0 to RJ45 cable + HDMI to VGA cable
PriceRp15.799.000
Warranty2 tahun garansi global





Sekian Review ASUS ZenBook UX410UQ, semoga bermanfaat :)


Game "DREADOUT"

Setelah sebelumnya saya memposting game Indonesia Jurig Escape, kali ini saya juga akan memposting game dengan tema yang sama (horor) dan juga game ini juga buatan Indonesia. Game dengan judul Dread Out ini dirilis oleh Digital Happiness (sempat terkenal setelah membuat game Hallway Raid yang diadopsi dari film The Raid ). Game ini bercerita tentang para anggota klub fotografi yang mengunjungi sebuah kota sepi yang sudah lama ditinggalkan. Namun saat mereka berada dikota ini, keanehan pun mulai terjadi. Satu demi satu anggota klub fotografi menghilang tanpa jejak sampai akhirnya hanya menyisakan sang tokoh utama yaitu Linda. 

Di sini anda akan menjalankan Linda untuk mencari kembali teman-temannya yang menghilang. Linda ini mempunyai kelebihan yaitu dapat melihat dan merasakan kehadiran makhluk halus dengan menggunakan kameranya. 

Tugas anda hanya mengambil mengambil gambar hantu-hantu tersebut.

Ini Screen Shootnya
















Spesifikasi Minimum Komputer (Baca: Cara Mengetahui Spesifikasi Komputer)

- 2 GHz CPU or faster (Multi-core recommended)
- 2 GB RAM or bigger
- Windows XP SP2 or later (Windows 7 recommended)
- Mac OS X 10.6 (Snow Leopard) or later
- Linux kernel 2.6.32 or later (Ubuntu recomended, 10.04 LTS or later)
- DirectX 9.0c or later (with latest driver recomended)
- OpenGL 2.0 or higher (with latest driver recomended)
- GeForce 6, Radeon X1300, GMA X3000 vga card or better
- Compatible audio devices
- Keyboard + mouse or an optional Joystick
- Optionally an internet connection

Information:
-          Year: 2013
-          Genre: Adventure – Horror
-          Developer: Digital Happiness
-          Publisher: Digital Happiness
-          Platform: PC
-          Language: English
-          Sound language: English
-          Publication Type: Demo
-          Tablet: Not required


Link Download (Demo Version 500 MB)

Single Link


Alternative Link (Part)

Download via Rapidgator.net























Membuat Scroll text dengan Flash 8


Membuat sebuah text yang dapat di scroll/ di naik-turunkan sangat mudah.
Ini caranya :






1.  Buatlah sebuah dynamic text dan isi var nya dengan nama "scroll_text"
2. Buatlah sebuah persegi panjang dan ubah menjadi movie clip dengan instance name "bar" 
3. Buat sebuah movie persegi panjang lagi dan beri instance namenya dengan "scroller"
4. buat 2 buah movie clip segitiga letakkan di atas dan di bawah bar. untuk segitiga atas beri instance name 
    "panah_atas" dan segitiga bawah dengan "panah_bawah". 
5. Atur semuanya seperti ini :




6. Tekan frame 1 dan masukkan action script :

TextField.prototype.maxviewable = function() {
if (this.maxscroll>1) {
return (this.bottomScroll);
}
};
scroller._yscale = text_scroll.maxviewable()/text_scroll.maxscroll*100;
amountPerScroll = (bar._height-scroller._height)/text_scroll.maxscroll;
scroller.onPress = function() {
startDrag(this, false, bar._x, bar._y, bar._x, bar._y+bar._height-this._height);
this.onEnterFrame = function() {
amountFromTop = this._y-bar._y;
text_scroll.scroll = Math.floor(amountFromTop/amountPerScroll)+1;
};
};
scroller.onRelease = scroller.onReleaseOutside=function () {
this.onEnterFrame = null;
stopDrag();
};
panah_bawah.onPress = function() {
this.onEnterFrame = function() {
if (text_scroll.scroll<text_scroll.maxscroll) {
text_scroll.scroll++;
scroller._y = scroller._y+amountPerScroll;
} else {
scroller._y = bar._y+(bar._height-scroller._height);
}
};
};
panah_bawah.onRelease = panah_bawah.onReleaseOutside=function () {
this.onEnterFrame = null;
};
panah_atas.onPress = function() {
this.onEnterFrame = function() {
if (text_scroll.scroll>1) {
text_scroll.scroll--;
scroller._y = scroller._y-amountPerScroll;
} else {
scroller._y = bar._y;
}
};
};
panah_atas.onRelease = panah_atas.onReleaseOutside=function () {
this.onEnterFrame = null;
};







lihat di sini

 :
download source file :

http://adf.ly/Plrzk